Wednesday, 15 August 2012

Coba mengerti?

Aku takkan pernah berhenti
Akan terus memahami, masih terus berfikir

Dan kamu hanya perlu terima
Dan tak harus memahami, dan tak harus berfikir

Cobalah mengerti semua ini mencari arti
Selamanya takkan berhenti
Inginkan rasakan rindu ini menjadi satu

Oke, beberapa hari yang lalu gw lagi jalan pulang ke rumah. Naik mobil tercinta gw dan mendengarkan radio tentunya. Gw lupa sih apa stasiun radionya. Yang jelas lagi diputerin lagunya Momo yang remake dari lagunya Ariel Peterpan "Cobalah Mengerti".

Hmm sebenarnya nggak ada yang spesial dari lagu ini. Entah mengapa gw menangis saat mendengar beberapa lirik dari lagu tersebut. Sama seperti hari ini. Mmm ga semua liriknya. Tapi beberapa yang gw post di atas. Gw masih sangat terpukul dengan kepergian bokap dan entah mengapa lirik itu seperti meresap ke tubuh dan gw pun merasa kata-kata itu buat gw.

Paragraf pertama yang...
Aku takkan pernah berhenti
Akan terus memahami, masih terus berfikir
Itu seperti kata-kata gw mengenai hidup ini yang masih misteri.
Gw bahkan nggak tahu kapan gw meninggal nantinya. Jadi dalam hidup ini tentunya gw akan terus mencoba memahami, masih berpikir, sebenarnya apa hidup ini dan untuk apa gw hidup.
Sebelumnya kalian harus paham dulu. Gw bukan orang yang freak soal agama. Malahan gw kritis, bahkan soal agama yang gw anut. Tapi tetap, gw percaya Tuhan gw sebagai suatu alam semesta besar yang tentunya jika kita memohon apapun secara sungguh kita pasti mendapatkan. Ya setidaknya hanya beberapa orang yang mengerti prinsip ini.
Gw nggak pernah menyalahkan mereka yang mendewakan agamanya. Tapi setidaknya ini cara gw berpikir. Lagipula agama itu soal kita dan Tuhan kita saja. So, nggak ada yang bisa nge-judge pemikiran gw ini bukan?

Anyway balik lagi ke lirik itu dan untuk paragraf kedua,
Dan kamu hanya perlu terima
Dan tak harus memahami, dan tak harus berfikir

Gw merasa itu kata-kata dari bokap gw, entah kenapa. Kadang gw merasa apapun yang terjadi sekarang. Itu sesuatu yang hanya perlu gw terima. Tapi gw nggak pernah percaya kalau itu hanya diterima tanpa kita fight dulu sebelumnya. Tapi soal kematian? Itu bukan pilihan. Bokap gw pernah datang ke mimpi cici angkat gw yang tinggal di Ausi dan cici gw nanya ke dia "Pap, kenapa papi harus ninggalin kita?" dan dia jawab "Itu bukan pilihan." Ya. Itu bukan pilihan yang dia pilih. Bukan. Siapa yang mau meninggalkan orang yang dia sayangi kan? Anyway, itu lirik sesuatu banget buat gw. dan gw menangis.

Untuk paragraf terakhir..
Cobalah mengerti semua ini mencari arti
Selamanya takkan berhenti
Inginkan rasakan rindu ini menjadi satu

Iya, pasti ada artinya semua ini terjadi dalam hidup gw. Sekarang gw magang di parenting indonesia pun pasti ada artinya. Gw masuk UMN dan bukan UI itu juga suatu hal yang harus gw jalanin dan pasti ada artinya. Ya. Apa yang gw jalanin sekarang mungkin ga memberikan jawaban. Tapi selama masih bernapas, gw pastikan gw nggak akan berhenti mencari apa arti hidup ini. Apa arti semuanya. Kenapa semuanya harus begini. Dan sekarang tampak beberapa pertanyaan itu terjawab. Dan hanya gw yang tahu. Mungkin beberapa orang tahu karena ya, ketika kita ngobrol itu keluar begitu saja, bahkan bukan ke orang terdekat kita.

Gw minta maaf sama dia yang selalu sabar dengan pikiran gw yang suka kacau. Dia yang selalu mendengarkan. Dia yang kadang terlalu rumit memahami pikiran gw. Tapi tanpa disadari, dia yang menguatkan gw bukan dengan kata-kata tapi dengan rasa sayangnya :)

Dan untuk nyokap, cheryl akan selalu mencoba jadi yang sebaik yang cheryl bisa. Dan ga pernah berhenti melakukan sesuatu yang bisa membuat kalian bangga. Papi dan mami.

Pikiran tak pernah salah. Karena dia bebas dan tidak ada yang boleh mengekangnya.16 Agustus, gedung Mensa 2, Cheryl P. Bensa

No comments:

Post a Comment