Sunday, 17 February 2013

Definisi Bahagia


Jika orang dapat undian berhadiah mobil dan dia menang lalu dikatakan bahagia, definisi yang gue dapat dari bahagia itu justru beda banget dari orang itu. Nggak akan munafik juga kalau mengatakan, setiap orang pasti seneng banget dapat mobil. Setiap orang pasti ngerasa beruntung banget bisa dapat itu semua. Tapi boleh kan gue certain definisi bahagia yang gue rasain sekarang.

Definisi bahagia gue sekarang adalah berada di lingkungan yang selalu support lo, di mana pun lo berada, kapanpun lo jatuh, kapanpun lo senang. Itu udah buat gue bahagia. Bahagia banget. Dalam hidup gue, lingkungan eksternal itu ada beberapa, teman SMA gue, teman kuliah gue, dan teman paduan suara gue. Yang gue bahas di sini adalah kuliah dan padus karena gue baru aja makrab dan lagi HOT-HOTnya. Hahahahaha.

Gue bahagia karena bisa jadi bagian dari satu jurusan terhebat dan tergokil di UMN, JURNALISTIK! Dan gue lebih bahagia lagi karena dari sekian banyaknya angkatan, gue terdampar di jurnal 2009. Di lingkungan ini, gue selalu ngerasa nyaman, ga pernah kehilangan tawa, dan lingkungan ini selalu buat bahagia entah gue lagi senang, sedih, stress, atau segala rasa yang lain. Gue selalu bangga bisa berada di dalam lingkungan ini. 

Ya, mungkin ga semua orang yang ada di lingkungan jurnal ini suka sama gue atau ngerasa nyaman sama gue, dan nggak tertutup kemungkinan kalau ada orang yang belum kenal sama gue di lingkungan ini. Tapi tetap aja, lingkungan dengan definisi bahagia menurut gue ini nggak akan ada kalau nggak terlepas dari pribadi-pribadi unik yang ada di dalamnya. Para pemilik pribadi unik ini masing-masing memang punya visi, punya kesukaan, dan cara pandang beda-beda. Tapi entah gimana perbedaan ini justru malah buat lingkungan ini kaya dan berwarna. 

Gue cinta banget sama kalian, jurnal 09! Dan temen-temen yang support gue di berbagai masalah yang menimpa beberapa tahun ini, justru adalah teman di lingkungan jurnal ini. Gue cuma bisa berterima kasih atas kalian yang ada di jurnal 09. Dan gue cuma berharap kita bareng-bareng sama-sama lulus dan pake toga sama-sama. Dapat gelar S. Ikom bareng dan suatu saat nanti kita ketemu dengan definisi sukses masing-masing dari kita.

Until then, ayo berjuang bareng-bareng untuk kesuksesan kita ya, temen-temen gue! I love you more than any words that I can say.

“Kalau ada orang bilang ketika lo jatuh cinta pasti kita merasakan jatuh. Di lingkungan jurnalistik 2009, yang gue rasain adalah cinta tanpa harus jatuh. “



Kedua adalah paduan suara tercinta, Ultima Sonora. Gue pernah disakiti oleh paduan suara ini. Tapi entah kenapa gue tetap setia sama Ulson. Entah mengapa.

Gue akan ngelakuin apapun supaya masih bisa berada di dalam padus ini. Entah kenapa cinta yang gue kasih ke padus ini tanpa syarat. Gue bahkan lebih nggak bisa move on sama Ulson ketimbang move on masalah yang lain. Gue lebih sayang sama ulson daripada diri gue sendiri. Gue bahkan mau aja menghadapi ketakutan terbesar gue apapun itu demi ulson. Ketika gue bersikeras bilang kalau gue nggak mau ikut lagi, nggak mau sakit lagi gara-gara padus ini, selalu aja gue ga bisa. Gue selalu mau jadi bagian dari padus ini.
Bahkan gue ngerasa dari banyaknya hal lain di dunia ini, ulson ngajarin pengalaman berharga baru. Gue bisa ngerasain rasanya nggak dihargai walaupun udah mati-matian kasih cinta tanpa syarat lo, gue bisa ngerasain nyanyi-nyanyi yang udah macam zat aditif di mana otak lo aja nggak bisa berhentiin mulut lo untuk terus bernyanyi, gue juga bisa ngerasain bahwa gue punya keluarga yang nggak akan gue dapet lebih dari kalian, gue juga bisa-bisanya ngorbanin apapun demi masih jadi bagian dari keluarga ini.

Terus terang, lo nggak akan pernah dapat ulson kedua dan ketiga di hati gue. Buat gue, ulson cuma satu dan dibandingin kegiatan lain yang gue ikutin, organisasi lain yang gue ikutin, ulson masih tetep nomor satu di hati gue.

Gue selalu jatuh cinta sama kalian, anak-anak ulson. Lebih dari apapun. Dan gue pun seneng karena itu. Semoga gue bisa selalu jadi bagian dari kalian. Semoga juga gue nggak akan pernah lepas dari kalian. Semoga juga gue nggak akan pernah ninggalin kalian.

“You'll always a the part of me. I’m part of you indefinitely, Ulson”