Friday, 13 July 2012

untuk kamu, ayah tercinta

Untuk seorang ayah yang mencintai saya, kita mungkin hidup di dunia yang berbeda sekarang.
dalam keyakinanku, kamu di sana tenang, bahagia, dan aman.
mungkin kamu lebih baik di sana daripada dahulu di sini.
aku di sini hanya meneteskan beberapa air mata di mana ini tak bisa lebih baik menghapus apa yang sudah kamu berikan kepadaku. aku baik, pap.
hanya saja dunia ini tanpamu tak akan lebih baik dari sebelumnya. beberapa bulan setelah kau pergi, aku hanya bisa menangis, menangis, dan menangis.
kalau aku diminta memilih aku lebih baik ikut bersamamu.
urai air mata juga tak hanya dariku, mami setiap hari menangis.
meskipun aku tahu dia tidak mau memperlihatkannya padaku.
aku tahu pap. papi juga tidak mau ini semua terjadi. siapa yang mau meninggalkan anak dan isteri secepat ini? tapi itu semua tidak perlu kita pikirkan.
mungkin Dia tahu lebih baik.
aku tidak tahu masihkah kamu ingat padaku setelah kau meninggal?
apa semua orang yang sudah meninggal dihapuskan ingatannya?
aku pun tak tahu apakah untaian doaku untukmu tersampaikan di sana. tapi apapun yang terjadi. baik-baiklah di sana pap.
aku kuat.
aku dan mami harus kuat, meskipun tak bisa terkadang. tapi aku harus.
setidaknya sampai nanti kamu menjemputku.
sampai nanti pap. banyak cerita yang belum tersampaikan padamu.
dan aku tahu tak ada yang lebih mendengarkan aku daripada kamu.
dengan harapan bertemu lagi denganmu, anakmu