Thursday, 27 January 2011

'Bensa gila'

Aku memiliki kegilaan berlebihan. Lucunya aku sama sekali tidak merasa itu gila. Mungkin temanku selalu berkata “Bensa gila”. Aku sama sekali tidak terganggu dengan kata-kata itu. Terkadang aku merasa itu kelebihanku, ya mungkin modal agar nantinya aku tidak terlalu cepat sakit hati.
Memang kadang-kadang aku berlebihan. Tapi apalah artinya sebuah kelebihan kalau diri sendiri tidak merasa itu berlebih?
Katakan itu berlebihan. Semua yang dinilai berlebihan dan aneh kan berasal dari pikiran kalian sendiri. Dan pikiranku berkata, itu tidak aneh.
Sesuatu yang aku lakukan hanya untuk menyenangkan diriku apapun itu. Mungkin tidak ada yang mengerti, tapi itu aku. Aku seperti itu. Terkadang aku suka melakukan gerakan aneh yang menurut orang itu ‘gila’ karena melakukannya di tempat umum. Aku akan melakukan apapun yang aku suka. Mungkin memalukan untuk beberapa orang, tapi lucunya meskipun mereka menganggap seorang ‘Bensa gila’ mereka tidak pernah meninggalkanku. Apa karena merasa terhibur?
Tahukah kalian? Mungkin kalian bilang aku ‘gila’.
Tapi aku senang membuat kalian tertawa.
Di saat kalian serius, di saat kalian merasa tidak ada hal apapun yang dapat membuat kalian senang.
Kalau bisa berbuat lebih untuk membuat kalian semua, aku rela…
Rela menghilangkan urat malu ku lebih lagi daripada apa yang telah kalian lihat selama ini.

Kebahagianku terletak ketika kalian tertawa, meskipun kalian tertawa dan mengejekku, itu tidak apa-apa, asal kalian senang.

Dan sekali lagi ‘Bensa gila’
28.01.11

Tuesday, 25 January 2011

lebih dari cukup

Aku ingin tahu apa yang ada di pikiranmu
Aku ingin tahu apakah kau tahu?

Satu kata kurang
Satu frase lebih dari kurang
Satu kalimat cukup

Dan….
itu, sudah lebih dari cukup 

sabtu, 22 januari 2011

Katakan

Teman,
Katakan padanya aku lebih berharga dari dia
Katakan padanya, dia bukan siapa-siapa
Memang…
Dia bukan siapa-siapa
Dia hanya datang dalam kehidupanmu, kehidupanku, kita…

Membawamu pergi jauh dariku
Dia merasa tahu semua tentangmu…
Dia merasa dekat denganmu

Aku? Aku? Di manakah letak aku?
Mungkinkah kau ucapkan?
“Teman, kamulah yang paling mengerti aku..”
Dia? Dia? Dia hanya ‘merasa’
Kamu? Kamu? ‘dirasakan’




Ditulis berdasarkan penglihatan
Bukan perasaan
untuk teman, yang tidak 'dirasakan'

Monday, 3 January 2011

writers4indonesia

saya sangat senang ketika membuka link http://writers4indonesia.wordpress.com/ bahwa cerpen saya yang berjudul 'Bodoh' masuk ke dalam buku kumpulan cerpen dan prosa 'Be Strong, Indonesia! #empat’

beli ya teman-teman :)

:) cheryl loves it so much,
THANK's

merah

Kalau aku bisa,
aku akan menulis syair lagu cinta untuk kamu,
haruskah?

Untuk kamu,
Warna merah sangat penting untukku
Hanya dalam beberapa saat
Ya, saat di mana aku menunggumu

kamu berbeda dengan yang lain
kamu tidak pernah membuatku menunggu
tapi justru itu yang ku suka darimu

segala sesuatu (kalau aku tidak salah)
akan kamu tumpahkan langsung
dan anehnya di saat yang aku tahu

aku bingung,
kamu selalu menjawab semua pertanyaanku secara instan
apakah itu kebetulan?
Atau memang kamu dan aku ditakdirkan untuk saling berkomunikasi dengan hati?

seharusnya aku mengucapkan selamat untuk kamu,
ya, kamu mendapatkan hatiku lebih cepat dari siapapun
dan kalau kamu mau aku mengucapkan itu…
aku tidak akan pernah mengucapkannya di depan kamu

rasakan dan resapilah apa yang kau dapatkan dariku,
maka kau akan tahu
apa yang ada di hatiku

merah (lagi)
aku membaca dan tersenyum lagi, ya, aku tahu. Itu aku.