Aku ingin tahu apa yang ada di pikiranmu
Aku ingin tahu apakah kau tahu?
Satu kata kurang
Satu frase lebih dari kurang
Satu kalimat cukup
Dan….
itu, sudah lebih dari cukup
sabtu, 22 januari 2011
Tuesday, 25 January 2011
Katakan
Teman,
Katakan padanya aku lebih berharga dari dia
Katakan padanya, dia bukan siapa-siapa
Memang…
Dia bukan siapa-siapa
Dia hanya datang dalam kehidupanmu, kehidupanku, kita…
Membawamu pergi jauh dariku
Dia merasa tahu semua tentangmu…
Dia merasa dekat denganmu
Aku? Aku? Di manakah letak aku?
Mungkinkah kau ucapkan?
“Teman, kamulah yang paling mengerti aku..”
Dia? Dia? Dia hanya ‘merasa’
Kamu? Kamu? ‘dirasakan’
Ditulis berdasarkan penglihatan
Bukan perasaan
untuk teman, yang tidak 'dirasakan'
Katakan padanya aku lebih berharga dari dia
Katakan padanya, dia bukan siapa-siapa
Memang…
Dia bukan siapa-siapa
Dia hanya datang dalam kehidupanmu, kehidupanku, kita…
Membawamu pergi jauh dariku
Dia merasa tahu semua tentangmu…
Dia merasa dekat denganmu
Aku? Aku? Di manakah letak aku?
Mungkinkah kau ucapkan?
“Teman, kamulah yang paling mengerti aku..”
Dia? Dia? Dia hanya ‘merasa’
Kamu? Kamu? ‘dirasakan’
Ditulis berdasarkan penglihatan
Bukan perasaan
untuk teman, yang tidak 'dirasakan'
Monday, 3 January 2011
writers4indonesia
saya sangat senang ketika membuka link http://writers4indonesia.wordpress.com/ bahwa cerpen saya yang berjudul 'Bodoh' masuk ke dalam buku kumpulan cerpen dan prosa 'Be Strong, Indonesia! #empat’
beli ya teman-teman :)
:) cheryl loves it so much,
THANK's
beli ya teman-teman :)
:) cheryl loves it so much,
THANK's
merah
Kalau aku bisa,
aku akan menulis syair lagu cinta untuk kamu,
haruskah?
Untuk kamu,
Warna merah sangat penting untukku
Hanya dalam beberapa saat
Ya, saat di mana aku menunggumu
kamu berbeda dengan yang lain
kamu tidak pernah membuatku menunggu
tapi justru itu yang ku suka darimu
segala sesuatu (kalau aku tidak salah)
akan kamu tumpahkan langsung
dan anehnya di saat yang aku tahu
aku bingung,
kamu selalu menjawab semua pertanyaanku secara instan
apakah itu kebetulan?
Atau memang kamu dan aku ditakdirkan untuk saling berkomunikasi dengan hati?
seharusnya aku mengucapkan selamat untuk kamu,
ya, kamu mendapatkan hatiku lebih cepat dari siapapun
dan kalau kamu mau aku mengucapkan itu…
aku tidak akan pernah mengucapkannya di depan kamu
rasakan dan resapilah apa yang kau dapatkan dariku,
maka kau akan tahu
apa yang ada di hatiku
merah (lagi)
aku membaca dan tersenyum lagi, ya, aku tahu. Itu aku.
aku akan menulis syair lagu cinta untuk kamu,
haruskah?
Untuk kamu,
Warna merah sangat penting untukku
Hanya dalam beberapa saat
Ya, saat di mana aku menunggumu
kamu berbeda dengan yang lain
kamu tidak pernah membuatku menunggu
tapi justru itu yang ku suka darimu
segala sesuatu (kalau aku tidak salah)
akan kamu tumpahkan langsung
dan anehnya di saat yang aku tahu
aku bingung,
kamu selalu menjawab semua pertanyaanku secara instan
apakah itu kebetulan?
Atau memang kamu dan aku ditakdirkan untuk saling berkomunikasi dengan hati?
seharusnya aku mengucapkan selamat untuk kamu,
ya, kamu mendapatkan hatiku lebih cepat dari siapapun
dan kalau kamu mau aku mengucapkan itu…
aku tidak akan pernah mengucapkannya di depan kamu
rasakan dan resapilah apa yang kau dapatkan dariku,
maka kau akan tahu
apa yang ada di hatiku
merah (lagi)
aku membaca dan tersenyum lagi, ya, aku tahu. Itu aku.
Sunday, 7 November 2010
just for you, teman bercacat ria :)
Kamu bukan siapa-siapa. Ketika kau memberi ide ketika kau ingin membuatnya lebih baik, mereka tidak akan memerdulikanmu. Mereka juga bukan siapa-siapa bagimu. Bagimu mereka juga hanya angin lalu.
“Saya sudah berusaha baik memberikan ide, tapi kalau tidak mau dipakai ya sudahlah. Saya tidak peduli juga toh mereka yang rugi.”
Bukannya sombong, tapi mereka memang tidak tahu sebesar apa pengaruhmu. Mereka tidak pernah merasakannya dan kalian pun malas untuk memerjuangkan itu, karena bagi kalian itu tidak terlalu penting.
Lain halnya dengan kamu yang ada di tempat lain. Sebuah tempat yang kamu rasa tempat tinggalmu.
Kamu akan bersikeras untuk membuat segala sesuatunya lebih baik, karena kamu mau mereka lebih baik dari itu.
Kamu perhatian, tidak mau sampai mereka kehilangan hal yang harusnya lebih baik dari itu.
Bersikeras agar pendapatmu dipakai, walau harus dengan perang urat saraf, itupun kamu perjuangkan untuk mereka sendiri.
Dan hanya dengan merekalah kamu bisa menangis, tertawa, ataupun cacat bersama. Melakukan hal-hal gila, melakukan hal-hal yang tidak ada satupun orang yang mengerti selain kalian.
Ketika orang mencibir. Kalian tidak peduli.
“Kami ya kami. Kalian ya kalian. Kami senang dengan apa yang kami lakukan. Kami membuat diri kami sendiri berarti di antara kami. Kalian tidak akan tahu. Dan kami juga tidak mengajak kalian untuk tahu.”
Betapa pun mereka jahat padamu, betapa pun mereka membuatmu sakit hati, kamu akan kembali kepada mereka. Karena hanya mereka yang mengerti dirimu. Sakit hati itu hilang seketika ketika mereka tersenyum. Mengajak kalian untuk bersama menghadapi hari.
Jarak tidak akan memisahkan kita. Memori selalu ada. Dan itu yang selalu mengajak saya untuk kembali mengingat kalian. Hanya satu kata untuk mendeskripsikan hati saya: kangen.
“Hanya dengan kalianlah saya bisa cacat secacat-cacatnya tanpa merasa takut dikucilkan dan tanpa ada beban melakukannya. We laugh we play we cry we grow up and mature together. We’re still being friends together, Aren’t we?”
Untuk teman SMA dan yang merasa dekat dengan saya,
Ryl’s
“Saya sudah berusaha baik memberikan ide, tapi kalau tidak mau dipakai ya sudahlah. Saya tidak peduli juga toh mereka yang rugi.”
Bukannya sombong, tapi mereka memang tidak tahu sebesar apa pengaruhmu. Mereka tidak pernah merasakannya dan kalian pun malas untuk memerjuangkan itu, karena bagi kalian itu tidak terlalu penting.
Lain halnya dengan kamu yang ada di tempat lain. Sebuah tempat yang kamu rasa tempat tinggalmu.
Kamu akan bersikeras untuk membuat segala sesuatunya lebih baik, karena kamu mau mereka lebih baik dari itu.
Kamu perhatian, tidak mau sampai mereka kehilangan hal yang harusnya lebih baik dari itu.
Bersikeras agar pendapatmu dipakai, walau harus dengan perang urat saraf, itupun kamu perjuangkan untuk mereka sendiri.
Dan hanya dengan merekalah kamu bisa menangis, tertawa, ataupun cacat bersama. Melakukan hal-hal gila, melakukan hal-hal yang tidak ada satupun orang yang mengerti selain kalian.
Ketika orang mencibir. Kalian tidak peduli.
“Kami ya kami. Kalian ya kalian. Kami senang dengan apa yang kami lakukan. Kami membuat diri kami sendiri berarti di antara kami. Kalian tidak akan tahu. Dan kami juga tidak mengajak kalian untuk tahu.”
Betapa pun mereka jahat padamu, betapa pun mereka membuatmu sakit hati, kamu akan kembali kepada mereka. Karena hanya mereka yang mengerti dirimu. Sakit hati itu hilang seketika ketika mereka tersenyum. Mengajak kalian untuk bersama menghadapi hari.
Jarak tidak akan memisahkan kita. Memori selalu ada. Dan itu yang selalu mengajak saya untuk kembali mengingat kalian. Hanya satu kata untuk mendeskripsikan hati saya: kangen.
“Hanya dengan kalianlah saya bisa cacat secacat-cacatnya tanpa merasa takut dikucilkan dan tanpa ada beban melakukannya. We laugh we play we cry we grow up and mature together. We’re still being friends together, Aren’t we?”
Untuk teman SMA dan yang merasa dekat dengan saya,
Ryl’s
Subscribe to:
Posts (Atom)