Sunday, 17 February 2013

Definisi Bahagia


Jika orang dapat undian berhadiah mobil dan dia menang lalu dikatakan bahagia, definisi yang gue dapat dari bahagia itu justru beda banget dari orang itu. Nggak akan munafik juga kalau mengatakan, setiap orang pasti seneng banget dapat mobil. Setiap orang pasti ngerasa beruntung banget bisa dapat itu semua. Tapi boleh kan gue certain definisi bahagia yang gue rasain sekarang.

Definisi bahagia gue sekarang adalah berada di lingkungan yang selalu support lo, di mana pun lo berada, kapanpun lo jatuh, kapanpun lo senang. Itu udah buat gue bahagia. Bahagia banget. Dalam hidup gue, lingkungan eksternal itu ada beberapa, teman SMA gue, teman kuliah gue, dan teman paduan suara gue. Yang gue bahas di sini adalah kuliah dan padus karena gue baru aja makrab dan lagi HOT-HOTnya. Hahahahaha.

Gue bahagia karena bisa jadi bagian dari satu jurusan terhebat dan tergokil di UMN, JURNALISTIK! Dan gue lebih bahagia lagi karena dari sekian banyaknya angkatan, gue terdampar di jurnal 2009. Di lingkungan ini, gue selalu ngerasa nyaman, ga pernah kehilangan tawa, dan lingkungan ini selalu buat bahagia entah gue lagi senang, sedih, stress, atau segala rasa yang lain. Gue selalu bangga bisa berada di dalam lingkungan ini. 

Ya, mungkin ga semua orang yang ada di lingkungan jurnal ini suka sama gue atau ngerasa nyaman sama gue, dan nggak tertutup kemungkinan kalau ada orang yang belum kenal sama gue di lingkungan ini. Tapi tetap aja, lingkungan dengan definisi bahagia menurut gue ini nggak akan ada kalau nggak terlepas dari pribadi-pribadi unik yang ada di dalamnya. Para pemilik pribadi unik ini masing-masing memang punya visi, punya kesukaan, dan cara pandang beda-beda. Tapi entah gimana perbedaan ini justru malah buat lingkungan ini kaya dan berwarna. 

Gue cinta banget sama kalian, jurnal 09! Dan temen-temen yang support gue di berbagai masalah yang menimpa beberapa tahun ini, justru adalah teman di lingkungan jurnal ini. Gue cuma bisa berterima kasih atas kalian yang ada di jurnal 09. Dan gue cuma berharap kita bareng-bareng sama-sama lulus dan pake toga sama-sama. Dapat gelar S. Ikom bareng dan suatu saat nanti kita ketemu dengan definisi sukses masing-masing dari kita.

Until then, ayo berjuang bareng-bareng untuk kesuksesan kita ya, temen-temen gue! I love you more than any words that I can say.

“Kalau ada orang bilang ketika lo jatuh cinta pasti kita merasakan jatuh. Di lingkungan jurnalistik 2009, yang gue rasain adalah cinta tanpa harus jatuh. “



Kedua adalah paduan suara tercinta, Ultima Sonora. Gue pernah disakiti oleh paduan suara ini. Tapi entah kenapa gue tetap setia sama Ulson. Entah mengapa.

Gue akan ngelakuin apapun supaya masih bisa berada di dalam padus ini. Entah kenapa cinta yang gue kasih ke padus ini tanpa syarat. Gue bahkan lebih nggak bisa move on sama Ulson ketimbang move on masalah yang lain. Gue lebih sayang sama ulson daripada diri gue sendiri. Gue bahkan mau aja menghadapi ketakutan terbesar gue apapun itu demi ulson. Ketika gue bersikeras bilang kalau gue nggak mau ikut lagi, nggak mau sakit lagi gara-gara padus ini, selalu aja gue ga bisa. Gue selalu mau jadi bagian dari padus ini.
Bahkan gue ngerasa dari banyaknya hal lain di dunia ini, ulson ngajarin pengalaman berharga baru. Gue bisa ngerasain rasanya nggak dihargai walaupun udah mati-matian kasih cinta tanpa syarat lo, gue bisa ngerasain nyanyi-nyanyi yang udah macam zat aditif di mana otak lo aja nggak bisa berhentiin mulut lo untuk terus bernyanyi, gue juga bisa ngerasain bahwa gue punya keluarga yang nggak akan gue dapet lebih dari kalian, gue juga bisa-bisanya ngorbanin apapun demi masih jadi bagian dari keluarga ini.

Terus terang, lo nggak akan pernah dapat ulson kedua dan ketiga di hati gue. Buat gue, ulson cuma satu dan dibandingin kegiatan lain yang gue ikutin, organisasi lain yang gue ikutin, ulson masih tetep nomor satu di hati gue.

Gue selalu jatuh cinta sama kalian, anak-anak ulson. Lebih dari apapun. Dan gue pun seneng karena itu. Semoga gue bisa selalu jadi bagian dari kalian. Semoga juga gue nggak akan pernah lepas dari kalian. Semoga juga gue nggak akan pernah ninggalin kalian.

“You'll always a the part of me. I’m part of you indefinitely, Ulson”

Tuesday, 29 January 2013

catatan kecil dari kehidupan


hanya saja tidak ada yang salah.
hanya saja tidak ada yang benar.

yang ada hanya hidup dan cara Tuhan mengendalikannya.

lalu cara kita mengisi hidup itu.

cara kita bersyukur betapapun pahitnya itu.
betapa sakitnya itu.
betapa indahnya itu.

lalu cara kita melihatnya.

betapapun tidak sesuainya dengan keinginan kita.
betapapun terlampau indah dari keinginan kita.

beberapa hal yang tidak boleh dilupakan ketika jatuh: waktu pasti mengobati, teman akan menjadi obat paling manjur, dan jangan pernah berhenti mengikhlaskan segala sesuatu.

beberapa hal yang tidak boleh dilupakan ketika senang: waktu pasti membuktikan usaha, teman yang selalu mengiringi dengan doa, dan jangan pernah melupakan saat kita jatuh.

Friday, 11 January 2013

Wakil Rakyat yang Bukan Rakyat



Mahatma Gandhi, tokoh pejuang bagi kemerdekaan India, yang terkenal dengan gerakan nonkekerasan, suka pergi ke mana-mana dengan telanjang dada. Pada suatu hari, ketika ia mengunjungi sebuah desa, seorang gadis remaja merasa risih dengan penampilannya, lalu mendekatinya dan berkata:
“Mengapa Kakek tidak mengenakan baju? Jika Kakek berkenan, saya akan minta kepada ayah saya untuk memberikan baju untuk Kakek.”
“Jika kau memberi aku baju,” kata Gandhi, “beri juga saudara-saudaraku yang lain. Jika tidak, mereka yang juga berpakaian seperti aku ini akan iri terhadapku, lalu akan bertengkar denganku.”
“Kalau begitu, saya akan minta kepada ayah saya untuk memberikan baju untuk semua saudara Kakek,” jawab gadis itu. “Berapa jumlah saudara Kakek?”
“Tidak banyak, kok. Cuma empat ratus juta,” jawab Gandhi sambil tersenyum.
Mendengar jawaban Gandhi, gadis itu tersipu-sipu dan tidak tahu harus berkata apa.
Seorang pemimpin seperti Mahatma Gandhi tidak pernah meninggalkan rakyatnya di belakang. Dia justru selalu ingin menjadi bagian dari rakyatnya. Ia sebisa mungkin akan melakukan segala cara untuk dapat membagi apa yang ia miliki dengan rakyatnya. Ia selalu mau diperlakukan sama dengan rakyatnya. Seorang pemimpin yang rendah hati, memiliki integritas, dan sangat bijaksana.
Di ranah bumi Indonesia, sepertinya diperlukan mental pemimpin yang seperti itu. Di mana saat ini kita sedang menghadapi krisis multidimensional. Korupsi di mana-mana. Rakyat miskin semakin menjadi-jadi. Kesejahteraan dari rakyat pun menurun.
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sebagai suatu badan yang menjadi wakil dan tangan dari rakyat telah melakukan hal yang bertentangan dari apa yang dilakukan oleh Gandhi di atas.
Di dalam akronim DPR terdapat unsur kata “rakyat” namun apakah kata itu diserapi maknanya oleh anggota DPR sendiri? Rasanya tidak. Kata “rakyat” hanya hiasan pemanis saja agar kelihatannya mereka bagian dari rakyat. Tapi kenyataannya mereka bukan.
Bagaimana bisa wakil rakyat tersebut mengerti arti kata rakyat jika yang mereka lakukan hanya menghamburkan uang negara dengan alasan fasilitas dan kepentingan kenyamanan pribadi mereka. Seorang pemimpin sejati seperti Gandhi, tidak butuh fasilitas untuk dapat memperjuangkan kemerdekaan India. Ia malah ingin menjadi sama dengan rakyatnya, tanpa dibedakan apapun. Jika rakyat sengsara, ia juga harus merasakan sengsara. Jika rakyat tidak memakai baju, ia juga harus tidak memakai baju. Ya tentunya tidak harus seekstrem yang dilakukan Gandhi, namun setidaknya pahamilah rakyatmu.
Ketika persoalan kemiskinan semakin membelenggu di tanah Indonesia ini, mereka yang disebut sebagai wakil rakyat malah merenovasi gedung mereka dengan biaya sampai bermiliar-miliar rupiah. Lalu ketika mereka merenovasi gedung apakah hati mereka terenovasi seluruhnya menjadi seorang pemimpin seperti Gandhi? Bahkan DPR kitapun tidak mengemban tugas sesulit Gandhi yang memperjuangkan kemerdekaan rakyat India. Mereka hanya harus mengisi kemerdekaan. Tapi pernahkah mereka memahami rakyatnya?
Mereka sibuk dengan mencari kesenangan pribadi tanpa mengerti arti menjadi wakil rakyat itu sendiri. Bagaimana bisa dapat menjadi wakil rakyat kalau mereka sendiri tidak paham bagaimana caranya untuk menjadi rakyat? Mereka secara tidak sengaja menjadi seorang pejabat yang lupa akan tugas dan tanggung jawab yang seharusnya dilaksanakan oleh mereka. Gandhi bahkan menganggap seluruh rakyatnya adalah saudara dari dirinya. Kalau DPR?
Masalah mentalitas seorang pemimpin memang sangat krusial dalam membangun arah pembangunan dari rakyatnya. Mentalitas pemimpin ini hanya tergantung dari hati nurani masing-masing orang. Ya kita lihat saja, bagaimana para wakil rakyat tersebut mendefinisikan kata “rakyat” dalam beberapa tahun ke depan. Masihkah sama? 

Thursday, 10 January 2013

bertumbuh di 2013

kita belajar hidup di dunia ini untuk bertumbuh.
meskipun kadang, cara bertumbuh itu tak semanis hasil yang nantinya kita capai.

satu pertanyaan untuk kamu,
apakah sakit hati untuk bertumbuh, ataukah bertumbuh yang menyebabkan sakit hati?

untuk aku, pilihan yang kedua.

untuk kamu mungkin,
sakit hati untuk aku, membuat kamu bertumbuh.

terima kasih untuk perjalanan cinta yang sulit dilupakan.
terima kasih untuk mencintaiku sebanyak yang kamu bisa, walaupun kadang, aku terlalu haus untuk meminta lebih.

karena aku mencintaimu lebih dari kamu.

dan terlalu mudah bagiku untuk mengatakan aku baik.

kita baik.

itu hal klise untuk membohongi hatiku.

tapi waktu akan membunuh rasa itu. cepat atau lambat.

dan kamu tak pernah salah.

ini takdir untuk kita.


Friday, 16 November 2012

tanya?

Kenapa perempuan diciptakan dengan segala ketidakbisaannya?
Kenapa mereka hanya bisa mempertanyakan sesuatu tanpa mengetahui jawabannya?
Kenapa mereka hanya bisa menunggu suatu jawaban?

Katanya sudah ada persamaan gender.
Katanya sudah setara.

Kenapa perempuan hanya bisa berpikir lewat rasa?
Kenapa mereka harus punya perasaan lebih daripada gender yang satunya lagi?
Kenapa mereka harus dilemahkan dengan statusnya?

Kenapa perempuan harus merasakan sakit yang lebih daripada yang lain?
Kenapa mereka harus menangis?
Kenapa mereka harus terima?

Katanya sudah ada persamaan gender.
Katanya sudah setara.


bohong. tidak pernah ada persamaan gender! yang ada hanyalah kesamaan hukum.

perempuan butuh persamaan rasa. bukan hukum.

Monday, 12 November 2012

mimpi

Mimpi. kita hanya bisa berangan jauh lalu dijatuhkan oleh kepahitan kenyataan.
Lantas?

Tuhan menciptakan manusia penuh dengan imajinasi.
Hanya yang membedakan manusia yang satu dengan lainnya hanyalah harapan.

ada 2 jenis harapan. yang satu harapan yang hanya ada di angan-angan.
yang satu lagi harapan yang diwujudkan dengan kenyataan.

di manakah saya?

saya ada di yang pertama ketika membayangkan ayah saya masih ada di sini. masuk ke kamar saya tanpa basa-basi, mengambil baju batiknya, lalu berkata, "tidur lagi ryl." Lalu saya akan bilang "HUHH PAPI! Lagi tidur juga!"

dan saya ada di yang kedua ketika saya menulis hal ini lalu berpikir untuk menulis dan langsung merealisasikannya.


semua orang butuh imajinasi. mimpi.

tapi untuk jenis harapan yang pertama.

mimpi sama dengan kesedihan. sama dengan penyakitan. sama dengan harapan yang tidak akan pernah ada.


mimpi hanya untuk mereka yang ingin disakiti kenyataan.

jadi bermimpilah.
karena manusia dilahirkan untuk mengalami kesakitan.
mengalami semua rasa.

dan ini belum titik.

Tuesday, 11 September 2012

Wanita dan topeng

Manusia terlalu banyak hidup dalam kemunafikan, pura-pura, dan topeng.
Kalau saja hidup itu polos seperti halnya anak kecil,
mungkin aku memiliki begitu banyak dosa.

Dosa karena menjadi munafik.
Tertawa di atas sesuatu yang tak kuanggap lucu.
Sebagian memang faktanya lucu. Tapi... yang lain?

Setiap hari aku harus pura-pura baik-baik saja.
Tersenyum.
Tertawa.
Lalu siapa yang tahu apa yang ada di dalam hati?

Kalau itu semua kukeluarkan secara fakta tanpa pura-pura...
Apa yang kira-kira kalian katakan?

Wanita.
Mereka hidup atas nama drama.
Drama yang selalu mereka buat atas hidupnya.
Jika hidupnya polos..lurus..yang mereka katakan adalah sebaliknya.
Pasti mereka menjadikan kelurusan tersebut menjadi suatu masalah.
Drama.

Sampai kapan kamu menari di atas dramamu sendiri, hai wanita?

Topeng itu sudah demikian keras menempel tercatut dalam hatimu.
Kapan kau akan membukanya?


Sore. 11 sept.



Thursday, 23 August 2012

Kuburan

Kuburan.
Mungkin orang berpikir kuburan merupakan tempat terakhir kita disemayamkan. Tempat yang harusnya damai. Tempat yang harusnya indah, bagus.
Tapi pernahkah kalian berpikir. Orang yang berada di dalam liang lahat tersebut tidak tahu keberadaannya lagi. Yang ada di dalam liang kubur merupakan jasadnya saja. Kita bahkan tidak tahu 'dia' ada di mana lagi. Jadi kuburan merupakan hal duniawi yang menurut saya tidak penting.
Di manapun orang tersebut dikubur. Hal itu akan menjadi sama bagi mereka yang meninggal.
Lucunya bagi orang seperti kita yang masih hidup di dunia material ini, kuburan menjadi suatu aset harga diri. Jika kita menyemayamkan keluarga kita di kuburan elite, berarti Anda orang kaya. Bukan begitu?
Lalu apa artinya nanti?
Jadi sebenarnya kuburan itu berguna bagi orang yang meninggal tersebut atau kita yang masih hidup?

Saya beberapa kali mengunjungi kuburan ayah saya. Biasanya yang saya lihat ketika seseorang datang ke kuburan, mereka pasti memasang lilin, berdoa, dan lain-lain. Saya?
Saya hanya datang, membelikan bunga, menaruhnya di pot samping nisan. Lalu setelah itu? Sudah.
Saya bahkan tak mengatakan hal apapun.
Saya tahu dia di sana. Sudah damai di sana. Setidaknya yang saya lakukan di kuburan hanya memastikan kalau kuburan itu terawat rapi. Jasadnya masih disitu. Tapi saya yakin, di mana pun saya berdoa untuk dia. Dia pasti mendengarnya. Istilahnya kuburan dibuat agar mereka yang masih hidup ingat bahwa ada seseorang yang perlu didoakan, perlu diperhatikan, dan mereka merupakan bagian dari kehidupan masing-masing orang tersebut dan tentunya tidak bisa ditinggalkan begitu saja. Manusia yang masih hidup dalam kehidupan material masih punya rasa, ikatan batin dengan mereka yang sudah meninggal. Bahkan sebagian alasan mereka masih hidup sekarang adalah karena orang yang mereka sayangi tersebut meninggal.

Jadi kuburan berguna untuk siapa? Anda yang masih hidup sebagai lambang prestisius? atau sebagai peristirahatan terakhir bagi jasad mereka?

Wednesday, 15 August 2012

Coba mengerti?

Aku takkan pernah berhenti
Akan terus memahami, masih terus berfikir

Dan kamu hanya perlu terima
Dan tak harus memahami, dan tak harus berfikir

Cobalah mengerti semua ini mencari arti
Selamanya takkan berhenti
Inginkan rasakan rindu ini menjadi satu

Oke, beberapa hari yang lalu gw lagi jalan pulang ke rumah. Naik mobil tercinta gw dan mendengarkan radio tentunya. Gw lupa sih apa stasiun radionya. Yang jelas lagi diputerin lagunya Momo yang remake dari lagunya Ariel Peterpan "Cobalah Mengerti".

Hmm sebenarnya nggak ada yang spesial dari lagu ini. Entah mengapa gw menangis saat mendengar beberapa lirik dari lagu tersebut. Sama seperti hari ini. Mmm ga semua liriknya. Tapi beberapa yang gw post di atas. Gw masih sangat terpukul dengan kepergian bokap dan entah mengapa lirik itu seperti meresap ke tubuh dan gw pun merasa kata-kata itu buat gw.

Paragraf pertama yang...
Aku takkan pernah berhenti
Akan terus memahami, masih terus berfikir
Itu seperti kata-kata gw mengenai hidup ini yang masih misteri.
Gw bahkan nggak tahu kapan gw meninggal nantinya. Jadi dalam hidup ini tentunya gw akan terus mencoba memahami, masih berpikir, sebenarnya apa hidup ini dan untuk apa gw hidup.
Sebelumnya kalian harus paham dulu. Gw bukan orang yang freak soal agama. Malahan gw kritis, bahkan soal agama yang gw anut. Tapi tetap, gw percaya Tuhan gw sebagai suatu alam semesta besar yang tentunya jika kita memohon apapun secara sungguh kita pasti mendapatkan. Ya setidaknya hanya beberapa orang yang mengerti prinsip ini.
Gw nggak pernah menyalahkan mereka yang mendewakan agamanya. Tapi setidaknya ini cara gw berpikir. Lagipula agama itu soal kita dan Tuhan kita saja. So, nggak ada yang bisa nge-judge pemikiran gw ini bukan?

Anyway balik lagi ke lirik itu dan untuk paragraf kedua,
Dan kamu hanya perlu terima
Dan tak harus memahami, dan tak harus berfikir

Gw merasa itu kata-kata dari bokap gw, entah kenapa. Kadang gw merasa apapun yang terjadi sekarang. Itu sesuatu yang hanya perlu gw terima. Tapi gw nggak pernah percaya kalau itu hanya diterima tanpa kita fight dulu sebelumnya. Tapi soal kematian? Itu bukan pilihan. Bokap gw pernah datang ke mimpi cici angkat gw yang tinggal di Ausi dan cici gw nanya ke dia "Pap, kenapa papi harus ninggalin kita?" dan dia jawab "Itu bukan pilihan." Ya. Itu bukan pilihan yang dia pilih. Bukan. Siapa yang mau meninggalkan orang yang dia sayangi kan? Anyway, itu lirik sesuatu banget buat gw. dan gw menangis.

Untuk paragraf terakhir..
Cobalah mengerti semua ini mencari arti
Selamanya takkan berhenti
Inginkan rasakan rindu ini menjadi satu

Iya, pasti ada artinya semua ini terjadi dalam hidup gw. Sekarang gw magang di parenting indonesia pun pasti ada artinya. Gw masuk UMN dan bukan UI itu juga suatu hal yang harus gw jalanin dan pasti ada artinya. Ya. Apa yang gw jalanin sekarang mungkin ga memberikan jawaban. Tapi selama masih bernapas, gw pastikan gw nggak akan berhenti mencari apa arti hidup ini. Apa arti semuanya. Kenapa semuanya harus begini. Dan sekarang tampak beberapa pertanyaan itu terjawab. Dan hanya gw yang tahu. Mungkin beberapa orang tahu karena ya, ketika kita ngobrol itu keluar begitu saja, bahkan bukan ke orang terdekat kita.

Gw minta maaf sama dia yang selalu sabar dengan pikiran gw yang suka kacau. Dia yang selalu mendengarkan. Dia yang kadang terlalu rumit memahami pikiran gw. Tapi tanpa disadari, dia yang menguatkan gw bukan dengan kata-kata tapi dengan rasa sayangnya :)

Dan untuk nyokap, cheryl akan selalu mencoba jadi yang sebaik yang cheryl bisa. Dan ga pernah berhenti melakukan sesuatu yang bisa membuat kalian bangga. Papi dan mami.

Pikiran tak pernah salah. Karena dia bebas dan tidak ada yang boleh mengekangnya.16 Agustus, gedung Mensa 2, Cheryl P. Bensa

Friday, 13 July 2012

untuk kamu, ayah tercinta

Untuk seorang ayah yang mencintai saya, kita mungkin hidup di dunia yang berbeda sekarang.
dalam keyakinanku, kamu di sana tenang, bahagia, dan aman.
mungkin kamu lebih baik di sana daripada dahulu di sini.
aku di sini hanya meneteskan beberapa air mata di mana ini tak bisa lebih baik menghapus apa yang sudah kamu berikan kepadaku. aku baik, pap.
hanya saja dunia ini tanpamu tak akan lebih baik dari sebelumnya. beberapa bulan setelah kau pergi, aku hanya bisa menangis, menangis, dan menangis.
kalau aku diminta memilih aku lebih baik ikut bersamamu.
urai air mata juga tak hanya dariku, mami setiap hari menangis.
meskipun aku tahu dia tidak mau memperlihatkannya padaku.
aku tahu pap. papi juga tidak mau ini semua terjadi. siapa yang mau meninggalkan anak dan isteri secepat ini? tapi itu semua tidak perlu kita pikirkan.
mungkin Dia tahu lebih baik.
aku tidak tahu masihkah kamu ingat padaku setelah kau meninggal?
apa semua orang yang sudah meninggal dihapuskan ingatannya?
aku pun tak tahu apakah untaian doaku untukmu tersampaikan di sana. tapi apapun yang terjadi. baik-baiklah di sana pap.
aku kuat.
aku dan mami harus kuat, meskipun tak bisa terkadang. tapi aku harus.
setidaknya sampai nanti kamu menjemputku.
sampai nanti pap. banyak cerita yang belum tersampaikan padamu.
dan aku tahu tak ada yang lebih mendengarkan aku daripada kamu.
dengan harapan bertemu lagi denganmu, anakmu

Tuesday, 8 November 2011

:))




tulisan yang berhasil membuat saya tersenyum ketika melihatnya



i love you so much, monyong :*

Saturday, 1 October 2011

untuk bagian dari hidup saya yang akan hiang sementara, dengan terpaksa saya merehatkan diri untuk beberapa waktu sementara kalian mempersiapkan diri untuk lomba. saya bukannya ingin jadi gerakan separatis. ini semata-mata untuk menjaga hati saya. kalian sudah jadi bagian dari hidup, bahkan nafas saya, tentunya sulit tanpa kalian. Tapi ini semua sudah jalan yang saya ambil. Saya tidak perlu pengertian dari kalian. Karena kadang yang mengerti hanya kita sendiri, tanpa orang lain bisa melihatnya.


saya cinta kalian lebih dari apapun.
dan itu menyakiti saya untuk melihat saya bukan bagian dari kalian lagi.
dan itu menyakiti saya untuk menangis tiada henti setiap hari.
dan itu menyakiti saya ketika saya harus menyakiti diri saya sendiri dengan meninggalkan kalian beberapa waktu.
dan bila sakit itu sudah biasa, maka pasti hilang, diobati oleh waktu.

sampai jumpa 2 bulan lagi.
saya pergi tanpa harus kalian mengerti.

Thursday, 18 August 2011

selalu kata itu yang bisa diucapkan seorang saya ketika meragukan cinta itu apa..
saya tidak mau di cap sebagai seorang pencemburu tapi bagaimana,
lebih baik saya yang tersakiti lagi daripada dia salah sangka

bukankah terkadang lebih baik bungkam dan membiarkan apa yang ada menyakiti kita
kenapa harus selalu saya yang mencoba mengerti orang lain?
kenapa harus saya yang selalu bisa mengerti?
kapan kamu bisa?

saya meminta berberapa kali, tapi tidak pernah diberi

memang benar kata seorang teman, terkadang tidak cukup memberikan satu isyarat
tapi kenapa teman saya itu bisa, sedangkan kamu tidak?

haruskah saya diam dalam kebungkaman? menangis dalam hati?

Tuesday, 16 August 2011

bukan aku kalau tidak tahu tentang kamu.

*mengerikan tapi itu benar.

Saturday, 6 August 2011

Kalau Tuhan menciptakan rasa yang indah sekaligus sakit, itu adalah rindu.

bosan

bosan untuk bermain kata-kata
bosan untuk dipermainkan kata-kata

bosan untuk selalu mengajak
bosan unuk selalu disia-siakan yang terajak

bosan untuk menyenangkan
bosna untuk dikecewakan yang disenangkan

bosan untuk selalu memahami
bosan untuk menyamakan paham dengan yang terpahami

bosan untuk menyatakan
bosan untuk selalu menunggu pernyataan dari yang dinyatakan

bosan untuk berpikir
bosan untuk tidak diketahui yang terpikirkan

bosan untuk resah
bosan untuk tidak diketahui keresahannya

bosan untuk selalu teratur
bosan untuk berusaha memahami keteraturan

bosan untuk disamakan
bosan untuk menjadi sama


bosan menjadi aku
yang selalu bosan.
lebih baik bermimpi bertemu kamu daripada terbangun sia-sia.


kali ini benar. mimpi lebih indah dari kenyataan. ketika apa yang ada justru apa yang kita hindari.

Thursday, 4 August 2011

se-andai-nya

Seandainya ada yang mencoba untuk menyelami pikiran
Kata-kata ada untuk dimaknai dan dimengerti bukan hanya untuk dibaca lalu ditinggalkan

Seandainya kita terbiasa untuk membaca semuanya dahulu
Kata-kata tidak bisa dimaknai sepotong-sepotong, dia utuh ketika ada kalimat

Seandainya aku kamu
Kata-kata akan kubaca dahulu, untuk menyelami pikiranmu

takut

salahkah jika seorang pencinta memiliki banyak pertanyaan?
ribuan bahkan..
tentang sesuatu yang kita punya sekarang,
tapi kita tidak tahu, nanti

adakah rasa ini tetap sama nanti?
adakah dia saat aku benar-benar membutuhkan seseorang untuk menopangku?
adakah dia saat aku ingin bercanda, mengolok-olok dia berdasarkan cinta?
adakah dia saat aku hanya ingin melihatnya saja, mendengar suaranya, melihat senyumannya, mendekap aroma tubuhnya, mengenggam tangannya?
adakah dia saat aku bangun dan mengatakan bahwa ia sayang aku?

adakah semua ini tetap sama?
tahun demi tahun?

aku hanya ingin kamu, cuma kamu
kalau bisa hanya kamu, tidak mau yang lain lagi
tidak mau hati ini berpijak dari kamu
tidak mau ada halangan
tidak mau berpisah dengan kamu

kenapa pertanyaan ini tidak bisa dijawab?
aku ingin kepastian

yang aku tahu pasti, aku bisa melakukan apapun untuk mempertahankan kamu
begitu mencintai kamu
tidak usah hari demi hari, aku mencintaimu dari detik demi detik


tidak usah menjawab jika bertanya
tidak usah bertanya jika menjawab

maka hanya waktu dan Dia yang tahu
apa keinginan, jawaban, dan pertanyaan
apa mereka satu

tapi sebelum itu terjawab
aku takut

Friday, 22 July 2011

untuk seseorang dari kenangan lama,

jangan pernah berpikir aku akan melupakan kita
tidak akan.
setidaknya kau sudah mewarnai hari-hariku selama 4 tahun hampir 5
dan itu tidak akan mudah tanpa kamu
setidaknya aku pernah merasa senang, tersakiti, menangis, bahagia saat kita bersama
ya, aku masih ingat benar ketika aku sakit, ketika opa sakit, hanya kamu yang ada..hanya kamu
ketika aku dicacimaki bu yulia...hahahahaha..
ketika aku tampil di panggung itu, hanya ada kamu.
ketika smuanya susah. hanya ada kamu.
aku tidak pernah berharap untuk berpisah dari kamu, tapi menurutku itulah hal yang paling benar.
kamu bisa mencari orang lain yang mungkin bisa mencintai kamu lebih dari aku.
lebih sabar dari aku.

cuma aku minta satu dari kamu.
jangan jauhi kami, teman-temanmu..
apa aku yang salah jika kamu tidak mau jadi salah satu dari kami lagi?

za, kami masih orang yang dulu, hanya karena aku kah kamu berubah?
ingat, teman selalu ada. kalau kamu butuh..kamu ingin cerita..kita selalu ada..
kalaupun kita tidak ada, aku ada.